Kendala Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya

Kendala Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya – Seorang polisi wanita dari Kolombia bikin netizen sedunia terharu. Dia menyusui bayi yang dibuang orangtuanya. Salut, bu polwan! Terkadang puting payudara ibu mengalami kondisi yang kurang menyenangkan saat menyusui.

UNICEF telah sejak lama mendorong para ibu untuk menyusui anak mereka selama dua tahun atau lebih. Menyusui tak hanya bermanfaat bagi bayi, melainkan juga untuk ibu.

Kendala Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya

Kendala Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya

Balita yang mendapat ASI eksklusif cenderung jarang mengalami tantrum, memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik, mudah tidur nyenyak, dan mendapat kecukupan gizi. Sementara ibu yang menyusui terhindar dari risiko kanker payudara dan lebih cepat turun berat badan usai melahirkan. Baca juga Penyebab Sakit Payudara Saat Menyusui

Namun, menyusui memang bukan perkara mudah, apalagi bagi ibu baru. Ada beberapa kisah kurang mengenakkan yang mungkin Anda pernah dengar terkait pengalaman menyusui.

Berikut ini, merupakan artikel yang membahas tentang Kendala Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya. Perhatikan dan simaklah, penjelasan artikel di bawah ini :

1. Nyeri ketika bayi menyusu

Bayi hanya ingin menyusu dan mereka bisa sangat agresif ketika keinginan itu muncul. Sebagai akibatnya Anda mungkin akan merasa nyeri di tengah proses menyusui.

Cara mengatasinya: Pastikan bayi langsung menempel tepat di payudara Anda. “Ibu seharusnya merasakan tekanan dan hisapan ritmis saat menyusui,”. Mulut bayi harus mendapat akses yang tepat akan payudara ibu, artinya puting dan sebagian payudara ibu harus berada dalam mulut bayi.

2. Puting terluka atau pecah

Terkadang puting payudara ibu mengalami kondisi yang kurang menyenangkan saat menyusui, terluka atau bahkan pecah.

Cara mengatasinya: Kemungkinan besar hal ini terjadi karena bayi tidak menyusu dengan benar sehingga puting payudara terluka. Untuk meredakan nyeri, coba oleskan ASI pada puting dan biarkan mengering alami.

“Lanolin dan alas gel juga bisa digunakan untuk mengatasinya,” ujar Pastore. “Tapi rekomendasi pertama saya adalah menggunakan ASI,” lanjutnya.

3. Kekurangan ASI

Sebagian wanita tak memproduksi ASI sebanyak wanita lainnya karena berkaitan dengan kebutuhan bayi.

Cara mengatasinya: Pastore merekomendasikan untuk memeriksa bagaimana bayi Anda menyusu. Kemudian dia menyarankan untuk melihat permasalahannya.

“Seringkali wanita mengira mereka memiliki masalah. Bayi banyak sekali menyusu, hampir seperti tak putus-putusnya. Jadi mereka berpikir kalau mereka tak menghasilkan cukup ASI,” ujarnya.

Bila Anda merasa ASI yang dihasilkan memang sedikit, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter.

4. Mengalami masitis

Masitis adalah inflamasi di kelenjar susu yang seringkali timbul seperti benjolan keras di payudara.

Cara mengatasinya: Untuk mengurangi nyeri masitis, Spatz merekomendasikan untuk menghindari bra dengan kawat saat menyusui. Pastikan bra Anda memiliki ukuran yang tepat dan menyusui secara rutin untuk mengurangi kandungan ASI.

Catatan juga : “Jangan pernah melewatkan waktu memompa ASI,” Jikalau sang bayinya tidak ingin menyusu pada anda.

Dan jika merasa ada benjolan yang nyeri di payudara, segera gunakan kompres dan pijatan hangat di area tersebut. “Yang terpenting adalah mengeluarkan ASI, jangan berhenti menyusui,” Jikalau benjolan tersebut belum menghilang, segeralah periksakan kepada Dokter yang ahlinya. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Demikianlah postingan artikel mengenai Kendala Saat Menyusui Dan Cara Mengatasinya. Semoga bermanfaat dan anda bisa menjadi calon  Ibu yang baik untuk calon bayinya nanti serta jangan lupa jaga kesehatan juga.

Dan yang paling penting juga adalah hindari namanya pacaran. Karena kebanyakan remaja sekarang sudah ada yang berani membiarkan pacarnya menetek seperti bayi. Inilah yang paling berbahaya sebenarnya, karena disitulah banyak virus-virus yang menyebar.