Klasifikasi Bahan-Bahan Dasar Kosmetik

Klasifikasi Bahan-Bahan Dasar Kosmetik – Kosmetik paling banyak digunakan oleh kaum wanita sebagai alat untuk memelihara dan menjaga kecantikan mereka. Dalam memilih kosmetik kita perlu hati-hati karena tidak sedikit kosmetik tang beredar di pasaran memiliki efek yang tidak bagus dan bahkan bisa merusak jaringan kulit. Alih-alih ingin mempercantik malah memperjelek he….he…he..

Klasifikasi Bahan-Bahan Dasar Kosmetik

Klasifikasi Bahan-Bahan Dasar Kosmetik

Agar kita tidak salah dalam memilih kosmetik kita perlu mengenal klasifikasi bahan-bahan dasar kosmetik. Berikut ini klasifikasi atau kelompok bahan-bahan kosmetik :

1. Solvent (Pelarut)

Solvent atau pelarut adalah bahan yang berfungsi sebagai zat pelarut seperti air, alkohol, eter, dan minyak. Bahan yang dilarutkan dalam zat pelarut terdiri atas 3 bentuk yaitu padat misalnya garam, cair misalnya gliserin dan gas misalnya amoniak.

2. Emulsier (Pencampur)

Emulsier merupakan bahan yang memungkinkan dua zat yang berbeda jenis dapat menyatu, misalnya lemak atau minyak dengan air menjadi satu campuran merata (homogen). Emulgator, umumnya memiliki sifat menurunkan tegangan permukaan antara dua cairan (surfactant). Contoh emulgator yaitu lilin lebah, lanolin, alkohol atau ester asam-asam lemak.

3. Preservative (Pengawet)

Bahan pengawet digunakan untuk meniadakan pengaruh kumankuman terhadap kosmetika, sehingga kosmetika tetap stabil tidak cepat kadaluwarsa. Bahan pengawet yang aman digunakan biasanya yang bersifat alami. Bahan pengawet untuk kosmetika dapat menggunakan senyawa asam benzoat, alkohol, formaldehida dan lain-lain. Jenis pengawet kimia efeknya pada kulit seringkali tidak baik.

Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan, penggunaan kosmetik sebaiknya dicoba dulu misalnya pada kulit di belakang telinga. Kosmetika yang sudah kadaluwarsa sebaiknya tidak digunakan lagi. Batas kadaluwarsa beberapa jenis kosmetik, sejak kemasan dibuka dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel. Batas Kadaluwarsa Beberapa Jenis Kosmetik

Jenis Kosmetik Masa Pakai Ciri Kadaluwarsa
Krim dan CairanPelembab, Liquid Foundation, Susu/Krim Pembersih 1 tahun Berbau, berlendir, berubah warna, menggunpal
SerbukPerona Mata, Perona Pipi, Bedak Tabur atau Padat 2 tahun Dapat bertahan lama jika tidak terkontaminasi. Apabila kuas atau spons yang digunakan kotor, produk akan mudah terkena jamur.
PensilPensil Mata, Pensil Alis, dan Pensil Bibir 1 tahun Ujung pensil keras dan pecah
Kosmetik BibirLipstick, Lipgloss, Lipbalm, Lipcare, Lip moisturizer 1 tahun Berbau, Mengering, Membuat bibir kering dan gatal

4. Adhesive (Pelekat)

Bahan yang biasanya terdapat dalam kosmetika seperti bedak, dengan maksud agar bedak dapat dengan mudah melekat pada kulit dan tidak mudah lepas. Bahan pelakat dalam bedak antara lain menggunakan seng stearat dan magnesium stearat.

5. Astringent (Pengencang)

Merupakan bahan pengencang yang mempunyai daya untuk mengerutkan dan menciutkan jaringan kulit. Bahan pengencang biasanya menggunakan zat-zat yang bersifat asam lemah dalam kadar rendah, alkohol dan zat-zat khusus lainnya.

6. Absortent (Penyerap)

Bahan penyerap mempunyai daya mengabsorbsi cairan, misalnya kalsium karbonat dalam bedak yang dapat menyerap keringat di wajah.

7. Desinfektan

Desinfektan berguna untuk melindungi kulit dan bagian-bagian tubuh lain terhadap pengaruh-pengaruh mikroorganisme. Desinfektan dalam kosmetika sering menggunakan ethyl alkohol, propilalkohol, asam borat fenol dan senyawa-senyawa amonium kuaterner.